SEDEKAH ILMU: WINNING THE HEART OF GEN Z

Updated: Jul 9, 2019


29 Juli 2018 - Memenangkan hati konsumen merupakan kunci utama dalam mengembangkan bisnis. Namun apa jadinya jika peralihan generasi konsumen dengan karakteristik yang berbeda menghampiri bisnis kita? Inilah yang coba dibagikan oleh Deputy Director CRP Group, Stefanie Kurniadi melalui Sedekah Ilmu Bisnis di Paberik Kopi Upnormal Coffee Roasters Bandung.


CRP Group kembali dengan Sedekah Ilmu Bisnis dengan tema “Winning The Heart of Gen Z”. Acara berbagi ilmu ini dibuka oleh Stefanie dengan memperkenalkan diri dan menjelaskan bagaimana perannya dalam CRP Group. Dalam grup kuliner yang sudah memiliki lebih dari 190 cabang di seluruh Indonesia ini, Stefanie memimpin tim marketing yang di dalamnya terdapat sub divisi set up gerai, co branding dan partnership, digital implementation, creative, promotion, business development, sales, dan sub divisi lainnya yang berhubungan langsung dengan konsumen atau target market CRP Group.


“Ada yang tahu Bowoo_Alpenliebe? Atau Beth Reekles..? Mereka ini-lah Gen Z,” tanya Stefanie kepada lebih dari 70 audiens yang hadir. Stefanie kembali menyatakan bahwa Generasi Z atau disingkat Gen Z dipandang sebagai market potensial saat ini. Menurut Stefanie, hal ini dikarenakan di Indonesia jumlah generasi ini berjumlah dua kali lebih banyak dibandingkan dengan generasi sebelumya (Milenials) atau lebih dari 68 juta orang. Selain itu, angkatan tertua dari Gen Z sudah memasuki usia kerja. “Dengan memahami bagaimana karakteristik generasi ini, bukan hal yang mustahil kita memiliki target pasar yang lebih luas lagi,” imbuhnya.


Melanjutkan pembicaraan, Stefanie membagikan beberapa insight dan bagaimana ia beserta timnya menerapkan insight tersebut dalam aktivasi di Warunk Upnormal. “Karena generasi ini termasuk generasi ‘creator’ dan ‘collaborators’, maka kami membuat kompetisi vlogging. Awalnya kita sedikit ragu karena kompetisi dengan konsep seperti ini effort-nya besar. Akhirnya, kami memberanikan diri untuk mencari tahu bagaimana responnya (target market CRP Group),” jelas Stefanie. Vlog dari pemenang kompetisi diputarkan dalam acara ini. Berdasarkan hasil vlog tersebut, Gen Z ternyata memang berkarakter “creator” dan “collaborator”. “Ternyata mereka niat banget dan banyak yang ikutan,” jelas Stefanie. Tidak hanya kompetisi ini saja, banyak aktivasi yang dilakukan di Bakso Boedjangan, konten untuk Fish Wow Cheeseee, dan brand CRP Group lainnya yang dirancang berdasarkan insight tersebut.


Setelah 90 menit berjalan, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh MC. “Karena saya orangnya klasik banget, bagaimana cara agar kita memandang Gen Z ini lebih penting?” tanya Christy, seorang pebisnis muda. Stefanie manjawab pertanyaan tersebut, “saya juga gak muda lagi kok mbak, tapi karena mereka adalah market yang sangat potensial, maka kita harus pintar-pintar memilah mana kesenangan pribadi dan mana hal-hal yang berhubungan dengan bisnis. Karena menurut saya itu syarat mutlak (untuk menganggap Gen Z penting). Bisa dimulai dengan memahami mereka dan mengetahui betapa potensialnya market ini untuk bisnis kita.”


Menutup Sedekah Ilmu kali ini, Stefanie memberikan tips akhir kepada peserta yang sebagian besar adalah pengusaha muda, “Jebakan kita sebagai brand adalah berpikir teralu keras, sehingga langkah yang seharusnya sudah dijalankan malah belum tereksekusi. Maka jangan berpikir terlalu keras, segera eksekusi tentunya dengan persiapan yang matang.”


Sedekah Ilmu Bisnis yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2016 ini menjadi ajang give back CRP Group kepada komunitas penggiat bisnis, sehingga setelah acara ini berakhir terdapat pergerakan yang dilakukan peserta. Selain itu, pada kesempatan kali ini tiap peserta wajib menginvestasikan uang senilai Rp50.000,00 dan seluruh biaya tersebut disumbangkan kepada Quranic School Kuningan. Hal tersebut diyakini CRP Group sebagai ilmu yang memiliki manfaat bagi Indonesia.

© 2019 PT Citarasaprima Indonesia Berjaya

CRP Group