Instagenic Food Video: Membangkitkan Selera Lewat Konten Video Menggiurkan

Updated: Oct 15, 2019


Bandung 01 Agustus 2019 - Jumlah penonton video online saat ini sudah besar. Bahkan, sebuah lembaga bernama Cisco mengatakan bahwa 82% trafik internet dari tahun 2016 – 2021 diprediksi terpakai untuk menikmati konten video. Menyadari hal tersebut Supervisor Audio Visual Eat Project Indonesia, Aditya Supardi memaparkan strategi jitu membuat konten video yang menarik.


Dalam pemaparannya yang mengangkat tema ‘Instagenic Food Video’, Adit melihat pergeseran pasar yang terjadi berakibat pula pada bergesernya konten video yang diminati. Saat ini, video seputar makanan tidak hanya informatif tetapi juga harus menggugah selera. Namun, untuk memenuhi permintaan konten video yang membangkitkan selera diperlukan berbagai trik jitu. Karena, setiap individu memiliki seleranya sendiri. Hal inilah yang kadang membuat videographer kewalahan.

Sebenarnya, untuk menggugah rasa ‘penasaran’ dan menyampaikan ‘kenikmatan’ makanan videographer dapat menggunakan panca indra. “Misalnya, ada orang yang akan merasa penasaran ketika melihat secara visual, mulai dari tekstur makanan, cara memasak, hingga cara penyajian,” ujar Adit dalam acara Sedekah Ilmu Bisnis ke-51 di Warunk Upnormal Cikutra. Bagi sebagian orang lain pendengaran juga dapat memengaruhi rasa penasaran terhadap makanan, seperti bunyi ‘kreesss’ saat menikmati ayam goreng crispy.


Tidak hanya itu, sisi psikologis seseorang yang dalam hal ini adalah pikiran juga dapat digunakan untuk membangkitkan rasa penasaran. Caranya, seorang videographer dapat memeperlihatkan berbagai fakta seputar bahan baku makanan yang membangkitkan rasa keingintahuan target market. Lebih lanjut, seorang videographer juga bisa ‘mempermainkan’ perasaan penonton saat menonton videonya dengan menyelipkan cerita sedih hingga senang.

Pertimbangan lainnya saat proses pembuatan video adalah konsep dan storyboard yang kuat. Hal tersebut dapat diintegrasikan dengan pesan yang akan disampaikan melalui video tersebut. Kemudian, dikombinasikan dengan trend yang sedang berlangsung, sehingga output video yang ada akan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari target market tanpa mengurangi pesan yang akan disampaikan.


Penerapan berbagai faktor yang telah disebutkan di atas, salah satunya dapat kita lihat di akun Instagram @BaksoBoedjangan. Salah satu video dari akun tersebut mengangkat tema permasalahan karyawan swasta yang sering merasa ngantuk. Sehingga, untuk mengatasinya dapat mengonsumsi makanan bedas, seperti ‘Bakso Pedas’ dari Boiedjangan yang dapat dipesan melalui aplikasi pesan antar makanan online.


Video lainnya yang terdapat dalam akun @BaksoBoedjangan menjelaskan nikmatnya ngebakso dengan konsep prasamanan. Secara visual, konsumen dapat langsung melihat serunya konsep makan bakso yang memberikan kesempatan untuk memilih sendiri aneka bakso isi, kuah, gorengan, hingga dessert favorit. Dari video tersebut, engagement yang terbentuk mencapai lebih dari dua ribu viewers dengan beraneka komentar ajakan mengunjungi gerai Boedjangan.

© 2019 PT Citarasaprima Indonesia Berjaya

CRP Group