Hadirkan 4 Hal Berbasis Teknologi di Outlet, Upnormal Raih Pasar Milenial

Updated: Oct 28, 2019


Bandung, 23 Oktober 2019 - Kabar menggembirakan datang dari Temasek Holdings yang melaporkan bahwa pada tahun 2019 transaksi ekonomi melalui platform digital di Indonesia mencetak angka pertumbuhan tertinggi se-Asia Tenggara dengan nilai USD 40 miliar atau Rp 556,6 triliun.* Adanya fenomena tersebut juga memberikan peluang kepada para pelaku bisnis, termasuk CRP Group (induk perusahaan Upnormal dan Bakso Boedjangan) untuk terus meningkatkan transaksi melalui transaksi digital dengan mangandalkan berbagai fasilitas yang ada. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Founder sekaligus Deputy Director Corporate Communications CRP Group Sarita Sutedja dalam gelaran acara Forbes Indonesia Digital Conference 2019 di Jakarta. Penasaran dengan fasilitas yang dimaksud? Simak uraiannya berikut ini!


1. Upnormal Apps

Sebagai salah satu perusahanaan F&B yang menyasar Generasi Milenial dan Gen-Z, Upnormal menghadirkan Upnormal Apps yang dapat mengakomodir berbagai kebutuhan konsumen yang sudah melek digital. Konsumen hanya perlu membuka aplikasi tersebut untuk mendapatkan informasi mengenai outlet terdekat, menu teranyar hingga promo yang sedang berlangsung.


Menariknya, sebelum meluncurkan Upnormal Apps, manajemen Upnormal melakukan riset tentang apa yang menjadi kebutuhan dari target market, bagaimana kebiasaan mereka sehari-hari, serta bagaimana mereka mendapatkan informasi seputar issue yang beredar di dunia. Berdasarkan hasil riset itulah manajemen menyimpulkan bahwa ada banyak konsumen yang menggunakan alat komunikasi digital untuk melakukan interaksi dan mencari informasi setiap hari. Sehingga, Upnormal apps dianggap cocok untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen Upnormal saat ini.


2. Sistem Pay at Table

Tidak hanya soal aplikasi, manajemen CRP Group melalui brand Upnormal juga merilis fitur ‘Pay at Table’, yang memberikan keistimewaan kepada konsumen untuk memesan makan-minum tanpa beranjak dari kursi. Bahkan, sistem tersebut menjadikan Upnormal sebagai warung kopi pertama yang memiliki sistem ‘Pay at Table’ di Indonesia.


“Di CRP Group, kami selalu fokus menghadirkan consumer experience yang reliable. Ada keinginan dari target market kita, yaitu generasi milenial yang membutuhkan sesuatu yang keren dan kekinian. Akhirnya kita jawab dengan fitur ‘Pay at Table’,” jelas Sarita.


Adapun dalam fitur ini, konsumen hanya perlu memindai kode QR ‘Pay at Table’ yang ada di meja melalui aplikasi Upnormal. Secara otomatis, konsumen akan langsung terhubung ke laman menu dan pesanan siap dipilih. Setelah menentukan pesanan, mereka dapat membayar menggunakan uang digital, seperti Go-Pay dan OVO.


3. Pager Sistem

Beberapa gerai Upnormal juga mengadaptasi kecanggihan teknologi dalam kegiatan operasional sehari-hari. Hal itu, terlihat dari penggunaan wireless calling system atau yang akrab disebut pager. Dengan adanya pager, konsumen yang memesan makanan dan minuman dapat mengambil pesanannya sendiri ketika sudah tersedia di kasir. “Pager akan berbunyi ketika makanan atau minuman yang di pesan sudah siap,” ujar Sarita.


Fakta lainnya, sistem pelayanan dengan pager juga tersedia di Bakso Boedjangan. Sistem tersebut, terinspirasi dari konsep yang digunakan restoran di Korea dengan gaya self service. Selain itu, adanya sistem pager di Upnormal juga dianggap efektif dalam melayani pelanggan. Terlebih, penggunaan pager ini menghadirkan daya pikat tersendiri bagi pelanggan yang datang.


4. Pembayaran Cashless dengan Beragam Pilihan Uang Elektronik

Pergeseran perilaku terasa oleh para pebisnis ketika konsumen mulai mengenal uang elektronik. Banyak dari mereka yang mulai cashless dan beralih ke sistem pembayaran online. Perlahan tapi pasti, manajemen Upnormal dan Bakso Boedjangan juga mulai memfasilitasi kebutuhan tersebut dengan berkolaborasi bersama aplikasi uang elektroknik, seperti GoPay, OVO, dan Link Aja.


Di seluruh gerai Upnormal dan Bakso Boedjangan yang tersebar di lebih dari 40 kota se-Indonesia, generasi cashless bisa melakukan transaksi dengan ketiga dompet digital di atas. Selain mempermudah konsumen, transaksi dengan uang digital juga bisa memberikan keuntungan lain bagi konsumen yang berupa potongan harga atau cashback.


Zaman sekarang penggunaan uang elektronik semakin hari semakin meningkat. Terbukti, dari data Bank Indonesia yang menunjukan bahwa transaksi uang elektronik hingga Juni 2019 mencapai 11,87 triliun.* “Kalau kita tidak mengikuti perkembangan zaman, kita (Upnormal dan Boedjangan) akan tergeser oleh bisnis F&B lainnya,” tutup Sarita.

Sebagai informasi rangkaian acara Forbes Indonesia Digital Conference 2019 yang digelar pada 17 Oktober 2019 terdiri dari 4 sesi dengan mengangkat tema “MoreThanEver”. Pada kesempatan tersebut, Sarita selaku perwakilan manajeman Upnormal menjadi panel speaker dalam sesi ke-3 bersama Country Manager Waze Indonesia, Marlin Siahaan; Deputy CEO Fore Coffee, Elisa Suteja; CMO PT Social Bella Indonesia (Sociolla), Chrisanti Indiana.

© 2019 PT Citarasaprima Indonesia Berjaya

CRP Group