CRP X Pama Persada: 5 Langkah Memiliki DNA Pebisnis

Updated: Jul 9, 2019


18 Oktober 2018 - Membayangkan bagaimana rumitnya berbisnis sudah dapat membuat beberapa orang khawatir untuk mulai membangun bisnisnya sendiri. Sama halnya dengan apa yang terjadi di lapangan, tidak sedikit orang yang mengalami jatuh bangun hingga gulung tikar saat bertempur di “medan perang” dunia bisnis.


Lalu, bagaimana cara untuk memulai dan bertahan dalam dunia bisnis? Tanya salah seorang peserta sharing session kepada Co-Founder CRP Group, Hendra Noviyanto dalam acara kunjungan PT. Pama Persada ke Paberik Kopi Upnormal Coffee Roasters, Jalan Cihampelas No. 96, Bandung.


Sebenarnya, ada banyak elemen penting untuk memulai sebuah bisnis. Menurut Hendra, terdapat lima point yang dapat dijadikan sebagai langkah awal untuk mewujudkan hasrat menjadi seorang pebisnis:


1. Tentukan Tujuan Bisnis dari Awal

Di awal acara yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIB tersebut, Hendra mengatakan bahwa untuk memulai sebuah bisnis dibutuhkan tujuan jelas (visi), sehingga seorang pebisnis memiliki sifat pantang patah arang yang dapat menguatkan dirinya untuk mencapai keberhasilan dalam waktu yang tidak menentu. Selain itu, menentukan misi juga harus dilakukan oleh seorang pebisnis dalam mencapai tujuannya. Kejelasan akan dua hal tersebut akan menjadikan jalannya sebuah bisnis menjadi lebih terarah dan stabil kedepannya. Kemudian, barulah menentukan target market dan produk bisnis yang akan ditekuni.


2. Lakukan Riset untuk Menentukan Produk Bisnis

Sebelum menetapkan produk bisnis yang akan ditekuni, ada baiknya untuk melakukan sebuah riset. Mengapa harus melakukan riset? Karena dengan melakukan market research terlebih dahulu, seorang pebisnis dapat mengetahui keinginan dan kebutuhan dari target pasar yang belum terpenuhi. Kemudian, hasil riset ini akan menelurkan ide-ide produk bisnis yang memiliki diferensiasi tetapi tetap memenuhi “need & want” dari sasaran market yang telah ditentukan. “Sebelum kami (para founder CRP Group) memulai bisnis Warunk Upnormal, kami melakukan riset di beberapa tempat makan yang disukai oleh kelompok millennial. Di tempat pertama yang kami kunjungi, kami melihat keunggulan produk kejunya. Selanjutnya di tempat kedua, kami mengamati kepopuleran roti bakarnya. Di tempat ketiga kami menyaksikan animo geng millennial yang tinggi, terhadap aneka makanan pedas. Dari hasil riset itulah, akhirnya kami menentukan beberapa menu pertama dari Warunk Upnormal, seperti Indomie Saos Keju dan Indomie Pedas Mampus,” papar Hendra.

3. Brand dan Rasa yang Oke

Setelah melakukan riset, branding juga menjadi sebuah upaya untuk membentuk ketertarikan antara pelanggan dengan sebuah merek perusahaan. Branding yang meliputi proses kreatif, seperti menentukan slogan, mendefinisikan pesan yang hendak disampaikan hingga mengintegrasikan merek dengan kegiatan usaha, memiliki kemaslahatan untuk membentuk persepsi pelanggan. “Branding menjadi suatu hal yang sangat penting. Kami (CRP Group) tidak pernah mem-branding suatu hal yang bersifat relative. Contohnya, kami tidak mengatakan Nasi Goreng Rempah Mafia sebagai nasi goreng terenak di Indonesia, tetapi kami menyebutnya sebagai Nasi Goreng Rempah Pertama di Indonesia,” terang Hendra yang kini sudah memiliki 11 brand bersama CRP Group. Baginya istilah ‘enak’ pada makanan bersifat relatif, yang bisa saja berbeda-beda pada setiap individu. Sedangkan penggunaan kata “pertama” memang menunjukkan bahwa Nasi Goreng Rempah Mafia adalah pelopor nasi goreng rempah di Indonesia.

4. Ciptakan Promo yang ‘Powerful’

Langkah selanjutnya yang menjadi highlight bagi seorang pebisnis adalah menciptakan promo yang memikat dan berkesan bagi masyarakat. Tidak perlu bermodal besar, hanya amati lingkungan sekitar, tiru yang sesuai dengan identitas brand, lalu jangan lupa untuk melakukan modifikasi. “Dahulu, kami hanya memiliki modal yang sedikit untuk membuat sebuah promo, sampai akhirnya tercetuslah ide dari teman saya, Rex Marindo, untuk menyediakan 1,000 piring nasi goreng yang dibayar dengan doa,” kenang Hendra dihadapan 25 orang karyawan PT. Pama Persada level Head Division. Buah pikiran dari Rex Marindo, yang juga Founder CRP Group akhirnya menjadi viral di dunia maya dan menjadikan Nasi Goreng Rempah Mafia masyhur di kalangan pencinta kuliner. “Semenjak saat itu, banyak influencer hingga tokoh-tokoh kondang yang mengunjungi gerai kami, baik itu hanya untuk makan ataupun liputan,” tutur Hendra.


5. Inovasi

Kemudian sebagai seseorang yang telah mengalami pahit-manisnya dunia bisnis, Hendra juga mengatakan bahwa, inovasi menjadi suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan. Alasannya, karena di era yang serba dinamis ini, inovasi menjadi hal yang lumrah dilakukan untuk meningkatkan efektivitas sebuah bisnis. “Salah satu inovasi yang terlihat dilakukan oleh Kami (CRP Group) adalah menghadirkan setidaknya 2-3 kali menu baru per tahunnya, untuk menambah pilihan makanan bagi setiap pelanggan di masing-masing brand kami, sehingga mereka memiliki alasan untuk datang kembali,” terang Hendra. Menurutnya, inovasi lainnya juga aktif dilakukan oleh CRP Group di internal perusahaan, seperti inovasi SOP, inovasi sistem bisnis dan lain-lain.

© 2019 PT Citarasaprima Indonesia Berjaya

CRP Group