CRP X IDEAFEST 2018: The New Force in The Culinary Industry

Updated: Jul 9, 2019


26 Oktober 2018 - Pernahkah kamu bertanya-tanya apa yang membuat banyak entrepreneur dunia berhasil membangun bisnisnya? Sebut saja, Steve Jobs yang sukses membangun Apple, Bill Gates yang sukses dengan Microsoft, atau Jack Ma yang sukses dengan Alibaba. Keberhasilan tiga tokoh dunia tersebut menginspirasi para generasi muda untuk mulai merambah dunia bisnis, setelah menyelesaikan studinya. Tetapi, akankah keberhasilan menghampiri kita, sama seperti ketiga tokoh ternama tersebut?


Hal tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil. Kita pun memiliki kesempatan yang sama, dapat meraih keberhasilan di usia muda. Karena keberhasilan tersebut dapat diraih oleh siapapun yang mempunyai ide dan pandai melihat peluang. Tengok saja cerita Founder CRP Group, Stefanie Kurniadi dan Co-Founder CRP Group, Nirmal Rajaram yang saat ini tengah menjalankan bisnis kuliner dan sedang mengembangkan 11 brand, diantaranya Warunk Upnormal, Bakso Boedjangan, Sambal Khas Karmila, Fish Wow Cheeseee, serta beberapa brand lainnya. Dalam ajang Ideafest 2018 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Centre ini, keduanya membahas tema mengenai ‘Becoming The New Force in The Culinary Industry’.


Dalam sesi yang berlangsung tepat pukul 19.45 WIB, Stefanie dan Nirmal bercerita bagaimana Ia bersama rekan-rekan lainnya memulai sebuah bisnis. Bermula dari bisnis marketing agency hingga akhirnya beralih ke bisnis kuliner dan meluncurkan brand Nasi Goreng Rempah Mafia.


Lalu mengapa memilih untuk berbisnis kuliner? Dan mengapa nasi goreng?

“Kami melihat sub sektor kuliner merupakan bidang usaha yang menghasilkan produk-produk kebutuhan dasar manusia, yang akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya populasi manusia. Berdasarkan pemikirian tersebut akhirnya kami memilih nasi goreng sebagai produk pertama kami. Tidak hanya itu saja, setelah melakukan riset, kami menemukan bahwa nasi goreng adalah makanan pilihan saat seseorang ‘kebingungan’ hendak ingin makan apa dan nasi goreng juga merupakan makanan terenak ketiga di dunia versi CNN Travel pada saat itu,” jelas Stefanie kepada moderator dan sejumlah peserta komunitas kreatif yang hadir memadati Bezos Room.


Bagi Stefanie, setelah melakukan riset dan menentukan produk bisnis, seorang pengusaha juga harus terus menambah pengetahuan bisnis dengan mempelajari ilmu serta teori-teori yang ada dan menerapkannya dalam praktek bisnis.


Bagaimana langkah awal yang dilakukan oleh Stefanie dan Nirmal bersama Founder dan Co-Founder lainnya saat pertama kali menjalankan bisnis kuliner?

“Di masa-masa perjuangan awal, kami banyak mempelajari hal-hal mengenai strategi bisnis. Kami pun banyak membaca dan sharing bersama para senior bisnis mengenai model bisnis yang dapat kami terapkan,” ungkap Stefanie yang langsung diiyakan Nirmal saat itu. Nirmal pun menambahkan, selain sering melakukan tukar pikiran bersama para seniornya, Beliau juga mengamati ‘trend’ yang sedang berlangsung, serta melakukan kolaborasi dengan beberapa brand lain guna semakin memuaskan kebutuhan konsumen.


Melihat perkembangan bisnis CRP Group sendiri yang cukup cepat, bagaimana hal itu bisa terjadi?

Nirmal dan Stefanie merasa sangat bersyukur atas perkembangan lini bisnis mereka yang kini sedang berkembang. Menurut Nirmal, untuk mengembangkan brand-brand nya, CRP Group memiliki strategi ekspansi sendiri yang dikelola khusus oleh sebuah tim. Kemudian, saat ini mereka pun memiliki program kemitraan, store partnership dan beberapa program lainnya, yang akan membuat CRP Group dan rekan bisnis saling bahu-membahu untuk meningkatkan perkembangan bisnis CRP Group. “Sebenarnya, semua tim memiliki porsinya masing-masing yang membantu kami hingga seperti sekarang. Tanpa tim yang hebat, mungkin kami pun tidak akan berada di sini,” tegas Nirmal.


Apakah tantangan bisnis saat ini?

Menurut Stefanie dan Nirmal, di era yang serba digital ini banyak sekali tantangan yang harus dilalui, namun yang menjadi fokus CRP Group saat ini adalah scaling up lebih dari 2500 orang karyawan yang bekerja bersama mereka. “Kami ingin lebih menanamkan rasa bangga bekerja di CRP Group dan memberikan career path yang jauh lebih baik bagi setiap karyawan yang berprestasi, sehingga mereka akan merasa lebih nyaman dan senang bekerja bersama kami,” papar Nirmal yang langsung disetujui oleh Stefanie. “Selain itu, jika setiap karyawan memiliki rasa bangga dan senang bekerja di CRP Group, maka akan semakin tinggi pula kontribusi yang mereka berikan pada CRP Group tanpa harus dipaksa,” ujar Stefanie. Keduanya mengakui bahwa sumber daya manusia menjadi salah satu hal penting yang perlu dikembangkan setiap harinya.


Lalu, adakah tips & trik untuk memulai sebuah bisnis dari Founder dan Co-Founder CRP Group?

Pertanyaan moderator kali ini dijawab dengan antusias oleh Stefanie. Baginya, untuk memulai sebuah bisnis harus memiliki tekad dan tujuan yang kuat. Setiap orang pasti memiliki tujuan bisnis yang berbeda-beda. “Sama seperti kami, di tahun 2018 kami mendirikan sebuah brand yang bernama Upnormal Coffee Roasters, kami memiliki tujuan untuk menciptakan pengalaman “ngopi” asli Indonesia yang spesial,” terang Stefanie. Langkah selanjutnya adalah melakukan market research untuk mengetahui market size dan target market dari produk bisnis yang akan diciptakan. Hal ini tidaklah mudah untuk dilakukan, karena biasanya dibutuhkan riset yang lebih dari satu kali untuk menentukan beberapa hal tersebut. Dan jangan lupa, saat hendak memulai sebuah bisnis, seorang entrepreneur harus siap akan resiko yang ada di depannya, baik itu saat bisnis sedang maju mapupun sedang turun. “Persiapkan dirimu sebagai seorang pengusaha,” tambah Stefanie.


Kegiatan yang berlangsung selama satu jam tersebut akhirnya ditutup dengan beberapa pertanyaan dari peserta yang hadir. Stefanie dan Nirmal berharap pengalaman berbisnis mereka bersama para Founder dan Co-Founder lainnya dapat menginspirasi para peserta yang hadir dalam acara Ideafest 2018.


Selain terlibat dalam kegiatan talk show, CRP Group melalui brand Upnormal Coffee Roasters juga turut berpartisipasi dengan membuka booth di acara Ideafest 2018. Terletak di Lower Ground Cendrawasih, booth Upnormal Coffee Roasters menyediakan beragam sajian kopi. Salah satu minuman yang menjadi favorite para peserta adalah Si Eko dan Ice Cappuccino. Selama dua hari, booth tersebut melayani para pengunjung Ideafest 2018 dengan memberikan harga spesial, hanya lima belas ribu untuk setiap minumannya.


Ideafest 2018 yang melibatkan kurang lebih 5000 participants, 150 speakers hingga 80 sesi ideatalks tersebut dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada Jumat, 26 Oktober 2018. Kegiatan yang utamanya disuguhkan bagi komunitas-komunitas kreatif ini tidak hanya menghadirkan pembicara inspiratif dalam berbagai seminar, tetapi juga menyelenggarakan konferensi serta pameran menarik yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting. Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa kolaborasi sangat dibutuhkan untuk menghadapi kekuatan-kekuatan besar dari eksternal. “Jika kita terpecah-pecah, kerja sendiri-sendiri, tidak melakukan kolaborasi, jangan harap kita memenangkan kompetisi. Sebagai bangsa yang besar, kita harus bersatu. Saya ingin kita semua memenangkan kompetisi itu,” ujar Jokowi. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini akhirnya ditutup pada 27 Oktober 2018.

© 2019 PT Citarasaprima Indonesia Berjaya

CRP Group