Bahas 4 Perbedaan Roasting Kopi di Upnormal, Coffee Lover Wajib Tahu!

Updated: Oct 15, 2019


Bandung, 3 September 2019 - Siapa yang tak suka dengan kopi? Rasa unik yang dimilikinya mampu membuat banyak orang jatuh hati. Fakta lainnya, keunikan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya roasting profile yang berasal dari cara menyangrai biji kopi (roasting). Dalam proses roasting terdapat beberapa tingkatan yang dapat disesuaikan dengan karakteristik dari setiap jenis kopi. Nah, agar dapat memilih kopi sesuai dengan selera, kenali dulu yuk empat jenis roasting profile berikut ini!

1. Light Roast

Secara penampilan, biji kopi yang di roasting pada level ini memiliki warna coklat muda. Saat proses roasting berlangsung selama kurang lebih 8 – 10 menit green beans disangrai dengan suhu sekitar 180 - 205 °C, sehingga menghasilkan rasa kopi yang segar seperti baru dipanen dari perkebunan. Selain itu, pada suhu 205 °C, biji akan retak untuk pertama kali dan melebarkan ukurannya (first crack). Sehingga, selain memiliki rasa segar seperti baru dipanen, biji kopi yang di-roasting dengan level light roast juga masih mempertahankan rasa orisinil dari biji kopi tersebut.


2. Medium Roast

Acidity pada tingkat medium roast mengalami penurunan, namun menonjolkan cita rasa manis yang maksimal. Proses ini disebut juga dengan karamelisasi. Menariknya, teknik menyangrai kopi pada suhu 210-219 °C ini menghadirkan warna yang sedikit lebih ‘tanned’ dibandingkan level light roast. “Kopi yang disangrai dalam level medium cenderung memiliki tingkat keasaman yang tidak terlalu tinggi, bahkan tingkat caffeine-nya pun rendah, sehingga mampu menghadirkan rasa dan komposisi yang pas,” ujar Senior Manager Paberik Kopi Upnormal, Dharma Arnold.


3. Medium – Dark Roast

Medium-Dark Roast memiliki warna yang lebih gelap dengan sedikit minyak yang mulai terlihat di permukaan biji. Kopi yang disangrai dengan tingkatan ini pun memiliki kekentalan yang lebih heavy dan intens. Menurut Arnold, level roasting Medium-Dark Roast telah lama diaplikasikan dalam proses pengolahan Kopi Upnormal se-Indonesia. “Rasa kopinya yang legit ditambahkan dengan sedikit cita rasa manis, menghadirkan kenikmatan sendiri bagi para penikmat kopi,” ujar Arnold.

4. Dark Roast

Kopi yang disangrai hingga mencapai tingkat dark roast umumnya akan disajikan dengan campuran susu, gula, dan beberapa bahan lainnya menjadi Cappuccino, Latte, Flat White, dan sebagainya. Keunggulan kopi yang disangrai hingga mencapai pecahan kedua (second crack) ini terletak pada aroma kopinya yang harum saat diseduh dengan air panas. Bahkan uniknya lagi, Anda sudah bisa mengetahui biji kopi yang disangrai hingga tingkat dark roast hanya dengan melihat warnanya yang coklat tua dengan kilau minyak yang lebih banyak pada permukaan biji dibandingkan dengan tiga roasting profile sebelumnya.

Berbagai roasting profile yang telah disebutkan di atas dijelaskan langsung oleh Arnold dalam kegiatan Roasting Experience di Paberik Kopi Upnormal Coffee Roasters, Cihampelas, Bandung (03/09). Dalam kegiatan tersebut ia juga menyebutkan, level roasting kopi harus mengikuti kualitas dan karakter asli dari kopi tersebut. Selain itu, selera juga menentukan tingkat kematangan yang dapat menghasilkan secangkir kopi nikmat. Jadi, sudahkah Anda menentukan roasting profile yang paling disukai?

© 2019 PT Citarasaprima Indonesia Berjaya

CRP Group